Minggu, 25 Desember 2011

Materi UAN SKL 1 dan 2


1.    1.   Siswa dapat menjelaskan fungsi dan ciri khusus pada hewan/tumbuhan tertentu (kelas 6)

Setiap hewan dan tumbuhan memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan hewan dan tumbuhan lain. Ciri khusus ini berhubungan dengan kemampuannya untuk bertahan hidup. Dengan ciri khusus yang dimilikinya, hewan dan tumbuhan dapat tetap bertahan hidup.
                                                                                                                                                                              
a.       Ciri khusus pada hewan
-       Mempunyai lidah yang panjang dan lengket
-       Memiliki kemampuan ekolokasi
-       Mempunyai duri-duri ditubuhnya sebagai alat pertahanan
-       Mempunyai jari kaki berselaput untuk berenang
-       Menyemprotkan tinta ketika dikejar musuh
-       Mempunyai rangka luar untuk melindungi tubuhnya yang lunak
b.      Ciri khusus pada tumbuhan
-       Mempunyai batang yang berongga
-       Mempunyai daun yang lebar utnuk mempercepat penguapan
-       Bunganya berbau busuk utnuk menarik perhatian lalat yang akan membantu penyerbukan
-       Memiliki daun yang menyerupai duri utnuk mengurangi penguapan
-       Mempunyai bagian tubuh yang berbentuk piala/kantong yang berisi cairan untuk menjebak serangga
-       Batangnya berduri sebagai alat pertahanan diri terhadap musuhnya

Contoh  soal:
Fungsi akar panjang pada tanaman kaktus adalah . . . .
a.    mengurangi penguapan
b.    mencari sumber air
c.    mempercepat penguapan 
d. cadangan makanan

                                                                                                                                                                              
2.  2. Disajikan contoh beberapa tumbuhan/hewan dalan satu kelompok, siswa dapat menentukan dasar pengelompokan dari tumbuhan/hewan tersebut (kelas 4)

Dasar pengelompokkan :
a.       Jenis perkembangbiakannya (ini yang paling sering muncul) = ovipar, vivipar, dan ovovivipar
b.      Pengelompokan hirarki taksonami = unggas atau aves, mamalia, amphibi, pisces dan reptil.
c.       Morfologi (tampakan luar) =
ØTumbuhan = bentuk batang (batang berkayu, batang rumput, batang basah), daun (tunggal, majemuk atau berdasarkan tulang daun menjari, menyirip, sejajar, dan melengkung)), biji terbuka atau tertutup, jenis akar (tunggang, serabut), bentuk bunga (lengkap atau tidak lengkap)
ØHewan = jumlah kaki, keadaan kulit, bentuk paruh, bentuk cakar
d.      Jenis makanannya(sering muncul)= omnivora, carnivora, atau herbivora
Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.
Ø  Herbivora merupakan kelompok hewan yang makanannya hanya bersumber dari tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan yang dimaksud dapat berupa rumput atau bagian tubuh dari tumbuhan tertentu. Hewanyang termasuk kelompok herbivora misalnya kelinci, kambing, dan rusa.
Ø  Hewan yang makanannya hanya berupa daging atau hewan lainnya termasuk kelompok karnivora. Pada umumnya hewan karnivora (pemakan daging) memiliki gigi taring dan kuku atau cakar yang tajam dan kuat. Kuku dan gigi taringnya berguna untuk menangkap dan mencengkeram tubuh mangsanya. Contoh hewan karnivora antara lain kucing, harimau, dan singa. Burung yang tergolong karnivora mempunyai paruh yang kuat serta kuku yang kokoh dan tajam, contohnya burung elang. Kuku yang kokoh dan tajam digunakan untuk menangkap dan mencengkeram mangsanya. Paruh yang kuat digunakan untuk mencabik-cabik daging mangsa. Burung pelikan juga tergolong karnivora, makanannya yaitu  ikan. Paruh burung pelikan besar dan berkantung. Fungsinya untuk meletakkan ikan hasil tangkapannya. Ada beberapa jenis hewan  karnivora yang menjadi pemakan serangga, contohnya laba-laba dan kalajengking. Kedua jenis hewan tersebut mengeluarkan racun untuk membunuh mangsanya. Hewan pemakan serangga ini juga disebut insektivora.

Hewan yang termasuk karnivora adalah:
v  Bangsa burung, misalnya burung elang, burung rajawali, burung hantu, dan sebagainya.
v  Bangsa serangga, misalnya nyamuk, laba-laba, dan sebagainya.
v  Bangsa mamalia, misalnya harimau, singa, serigala, dan sebagainya.
v  Bangsa reptil, misalnya ular, komodo, bunglon, cecak, dan tokek.
v  Bangsa ikan, misalnya hiu, arwana, dan lohan.

Ø  Hewan yang makanannya bersumber dari tumbuhan dan hewan lain digolongkan dalam omnivora. Jadi, hewan omnivora memakan segala jenis makanan, baik berupa daging maupun tumbuhan. Contoh hewan omnivora antara lain ayam, beruang, babi, burung jalak, burung kutilang, dan tikus.

Selain pengelompokan tersebut ada juga hewan yang memakan bangkai, misalnya biawak dan burung nasar.


Rabu, 14 Desember 2011

Gara-Gara Opal...

Opal
Pagi ini aku berangkat ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu. Walhasil, cacing-cacing di perutku pada demo karena kelaparan. hmm, ini sih nggak bisa dibiarkan. khan nggak lucu kalau genderang perutku berbunyi ketika aku sedang mengajar. Setelah membeli sebungkus nasi lalapan, akupun segera siap sedia maju ke medan tempur berjihad di jalan Allah he.he.  seorang mujahidah juga manusia friend :-) hmm... baunya menggoda selera. Hampir aja air liurku menetes karena aromanya yang menggelitik hidungku. Begitu sesuap nasi hampir mampir ke mulutku, tiba-tiba ada yang berteriak ....

Selasa, 06 Desember 2011

Hantu Toilet ...



Hari jum’at adalah hari yang disucikan oleh umat muslim. Bagi para lelaki, diwajibkan untuk melaksanakan sholat jum’at di mesjid-mesjid terdekat. Tentu saja hal ini juga berlaku di SD Islam Bunga Bangsa. Seluruh siswa putra harus mengikuti ritual sholat jum’at di Musholla Bunga Bangsa yang terletak di lantai 3 SMPIBB.
“Doni, aku ke toilet dulu ya. Kamu wudhu duluan aja,” kata Dani tiba-tiba ketika rombongan kelas 6 bergerak menuju musholla. Karena sudah sangat kebelet ingin buang air kecil,
Dani segera berlari masuk ke toilet tanpa membaca doa terlebih dahulu. Entah mengapa tiba-tiba ia merasakan suasana yang berbeda. Ruangan ini memang cukup besar. Terdapat 4 buah kamar kecil, 3 buah wastafel dan 5 buah keran untuk berwudhu. Tiba-tiba saja, lampu di ruangan itu menjadi redup. Suasana sunyi mencekam semakin terasa. Membuat bulu kuduknya jadi merinding.
“Ya Tuhaan, ni toilet kok nyeremin amat ya. Biasanya juga nggak gini-gini amat,” katanya bergumam.
“Ya ampuun, ni air kencing kok nggak berenti-berenti sih! Pasti karena aku kebanyakan minum tadi. Ayo dooong cepetin...” keluhnya pada dirinya sendiri. Dani jadi teringat cerita Dufan kemarin sore mengenai keadaan toilet sekolah.
“eh, teman-teman, dengerin aku. Aku punya berita penting,” kata Dufan dengan nafas terengah-engah. “tau nggak sama pak Edi cleaning servis. Katanya hari ini dia mengundurkan diri.”
“Kenapa, kok tiba-tiba berhenti?” tanya Evan penasaran.
“Kabarnya sih karena toilet yang ada di bawah musholla,” kata Dufan penuh semangat. “Begini ceritanya. Seperti biasanya, kemarin sore pak Edi membersihkan sekolah termasuk toilet yang disana, dibawah musholla. Pas beliau lagi ngepel disana, tiba-tiba aja salah satu keran yang ada disitu menyala. Tentu aja beliau kaget. Tapi segera aja tu keran dimatiin. Eeee... nggak sampai semenit, keran yang sudah dimatikan malah menyala dengan derasnya. Bukan Cuma satu, tapi semua keran menyala habis. Nggak nunggu 1, 2, 3 ... Pak Edi langsung lari tunggang langgang. Dan kabarnya, sangking ketakutannya beliau jadi jatuh sakit.”
Cerita Dufan kemarin, cukup membuat hatinya menciut. Jantungnya berdetak semakin kencang. “Mbaah, alam kita beda lho. Jadi jangan ganggu cucumu ini ya,” gumam Dani gemetaran. Bukannya makin tenang, tangannya malah makin gemetaran. Sejenak ia merasa ada sesosok misterius berdiri di belakangnya. Perasaan takutnya semakin membuncah. Namun, dipaksakannya untuk menoleh ke belakang. Dan benar saja, sesosok bayangan gelap berdiri persis di belakangnya. Sedetik kemudian ia merasa jantungnya berhenti berdetak. Lidahnya kelu tak bisa berkata-kata. Matanya membelalak ketakutan. Wajahnya pucat pasi laksana kertas.
“Hei! Kamu kenapa? Bengong mulu, kayak habis lihat hantu aja!” sapanya tiba-tiba.
“Ya Allah! astaghfirullahal”adziim ... kupikir kamu tu hantu Don!” jawab Dani setelah rasa kagetnya hilang.
“Enak aja!” kata Doni sewot. “Aku mau kencing dulu. Agak jauhan aja. Nanti aku dikira hantu lagi,” katany seraya bergerak menjauh.
“Don, kamu ngerasa lain nggak?” tanya Dani yang tengah menyelesaikan aktivitasnya.
“Maksudnya?” tanya Doni tidak mengerti.
“Rasanya suasana toilet ini menyeramkan. Kayak ada dan tiada gitu lho,” jelasnya sambil membasuh kedua tangannya.
“Masa’ sih. Jangan nakut-nakutin dong. Aku jadi ikut takut nih,” jawab Doni. Ia jadi ingat dengan film horor yang tadi malam ditontonnya. dan memang si hantu sering muncul di toilet.  
“Eh, Don ... Don, lihat tuh! Ada tali pocong!” teriak Dani ketakutan.
“Mana ... mana ...” kata Doni.
“Itu tuuh, di dekat kaca. Kabuuuur...” teriak Dani sambil berlari kencang.
“Eeeeh ... tunggu akuuu, aku belum selesai niiih!” teriak Doni panik. Ia bingung setengah mati. Aktivitasnya benar-benar belum selesai, malahan semakin deras. Segera saja ia keluar dari kamar mandi dan meneruskan kebutuhan alamnya di loker sepatu dekat pintu keluar. Begitu selesai, segera saja ia lari tunggang langgang meninggalkan toilet. Walhasil, sudah bisa dipastikan bagaiman wanginya toilet tersebut, karena telah ditaburi parfum alami.
__@@__
“Eh Dan, beneran kah yang kamu lihat tadi,” tanya Doni penasaran setelah mereka melaksanakan sholat jumat.
“Enggg ... nggak tau. Hei, kamu khan tadi juga ikut lari. Sudah cebok belum?” tanya Dani.
“Boro-boro nyuci, kencing selesai aja sudah syukur. Tapi, aku benar-benar penasaran. Habis ini kita ke sana lagi yuk!” ajak Doni.
“Ih, enggak ah! Serreeeem!” jawab Dani menggidik. “Memangnya kamu nggak takut?”
“Takuut siih, tapi aku benar-benar penasaran. Ayo! Kita kesana,” ajak Doni sambil menarik paksa temannya. Dengan berat hati Dani mengikuti langkah Doni. Begitu sampai di depan toilet, mereka berhenti sejenak untuk membaca doa. Dengan harapan hantu toilet segera kabur atau terbakar atau tersiksa, atau apa sajalah. Pokoknya mereka tidak ingin melihatnya lagi. Doni segera membuka handle pintu dengan perlahan. Begitu pintu terbuka, segera saja aroma terapi menerpa penciuman mereka.
“Eh Don, kamu tadi makan jengkol ya? Jangankan manusia, hantu aja bakalan ngacir karena nggak tahan sama baunya,” protes Dani sambil menutup lubang hidungnya. Seolah tidak mendengar protesan dari Dani, Doni beranjak masuk dengan sangat hati-hati. Matanya nanar menyapu setiap sudut ruangan.
“Tadi pocongnya di dekat kaca ya?” tanya Doni.
“he-eh,” jawab Dani sambil bersembunyi di punggung Doni. Kali ini ia benar-benar ketakutan. Sebenarnya ia sangat menyesali keputusannya untuk mengikuti Doni. Mulutnya tak henti-henti melafalkan semua surah yang sudah dihafalnya.
“Warnanya hitam?”                                                                        
“he-eh”
“Digantung di samping kaca”
“He-eh”
“Panjangnya sekitar 40 sentimeter?”
“He-eh. Eh, kok kamu tau? Aku kan nggak bilang sampe panjang sama warna,” tanya Dani keheranan.
“Huuuh ... dasar semprul! Niih! Benda yang kamu bilang pocong, ternyata Cuma botol minuman yang dibungkus pake plastik hitam. Dasar dodol! Gara-gara kamu yang penakut, aku jadi kena imbasnya,” kata Doni kesal sambil meninggalkan Dani yang melongo sendirian. Ups! Maaf kawan. Lain kali aku akan lebih hati-hati lagi deh :-)


NB. Berdasarkan permintaan yang bersangkutan, semua nama tokoh cerita disamarkan

Senin, 05 Desember 2011

Ibu ... Dimanakah Engkau Berada...




Sesosok gadis muda duduk termangu pada sebuah anak tangga apartement Mina. Apartemen yang sebenarnya lebih mirip losmen kelas melati. Bangunan itu sangat sederhana jika dibandingkan dengan kemegahan bangunan di Mekkah atau Madinah. Sesekali matanya nanar mencari sesuatu diantara kerumunan jama’ah haji yang sedang bersiap-siap untuk melontar jumroh. Merasa tidak puas, ia segera beranjak naik menuju lantai tiga. Sesekali ia menyeka keringatnya yang mulai bercucuran. Tak dihiraukannya lalu lalang orang di sekitarnya.
“Permisi, apa yang sedang kamu cari,” sapa seorang lelaki setengah baya kepadanya. “sudah empat kali saya bolak balik melewati tangga ini, tapi kamu tetap ada disini.”
“Eh ... anu ... saya sedang mencari ibu saya,” jawab gadis itu tergagap karena kaget.

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified